Bukan Warga Simalungun Kita Suruh Pulang!

AN, Simalungun-Ratusan kendaraan yang dicurigai akan melaksanakan mudik lebaran ke wilayah Simalungun terpaksa harus putar balik di tengah pandemi virus corona atau COVID-19.

Langkah ini dilakukan Polres Simalungun bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Simalungun di setiap pos jaga yang disiapkan di setiap jalur masuk.

Selain melakukan pengawasan terhadap pemudik, di pos pengamanan juga melakukan penyemprotan disinfektan dan pengukuran suhu tubuh kepada para pengguna jalan. Adapun pos pengawasan dan pengamanan jalur masuk ditempatkan di enam titik, antara lain Dolok Malangir, Perlanaan, Simpang Nagojor, Parapat, Saribudolok dan Tigaras

Kasat Lantas Polres Simalungun, Iptu Jodi Indrawan melalui Kanit Laka, Ipda Rahmadani menjelaskan bahwa pihaknya tidak bermain-main dalam melaksanakan instruksi Kapolri, dilarang mudik kaitannya dalam memutuskan mata rantai COVID-19.

“Walau orang yang mudik telah menempuh perjalanan panjang, larangan masuk ke Simalungun wajib dilakukan, yang bukan warga Simalungun kita suruh pulang, balik arah, ” jelasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5).

Diakuinya, kebijakan ini telah diberlakukan selama 20 hari belakangan. Dan, hari-hari menjelang lebaran jumlah yang dicurigai mau mudik semakin berkurang. “Mungkin orang sudah mulai sadar sehingga berkurang yang kita dapati yang mau mudik,

” jelasnya dengan menekankan bahwa pihaknya dengan tim GTPP yang ditempatkan bertugas di pos-pos lalulintas tidak memberi toleransi kepada siapapun yang didapati hendak mudik.

Sementara untuk mengetahui siapa saja yang diduga mau mudik, petugas memberhentikan setiap kendaraan dan menanyakan asal dan tujuannya. Kemudian, setiap orang yang diberhentikan wajib menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Untuk mengetahui seseorang hendak melaksanakan mudik, kita cek barang-barang yang dibawa dan kita cek KTP nya. Kita tanyakan juga mereka dari mana dan hendak kemana,” ucapnya.

Adapun orang yang diminta tidak meneruskan perjalanannya ke Simalungun umumnya menggunakan kenderaan pribadi. Bukan angkutan umum. kanit pun mengungkapkan, petugas menemukan orang yang hendak mudik umumnya berasal dari Sumatera dan paling banyak sekitaran Sumatera Utara.

“Ada dari Medan, Binjai dan lainnya. Karena ini perintah, wajib di laksankan “ tutup Kanit Laka Polres Simalungun. (Rel) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advokasinasional.com

FREE
VIEW