Pangulu Berhentikan 3 Perangkatnya, Sepri Ijon: Tindakanya Itu Cacat Yuridis

AN, Simalungun-Sebanyak 3 (tiga) orang Perangkat Desa di Nagori Boluk Kecamatan Bosar Maligas

Kabupaten Simalungun diberhentikan sepihak oleh Pangulu Boluk Erniwaty
Sikumbang dari jatabannya.

Perangkat desa itu antara lain, Pika Damayanti Manurung, menjabat sebagai Kepala Urusan Perekonomian dan Pembangunan, Nada Nosya menjabat sebagal Kepala Urusan Pemerintahan dan Rispariani yang menjabat sebagai Gamot/ Kepala Dusun Huta IV Nagori Boluk.

Ketiganya diberhentikan dengan
cara sepihak oleh Pangulu tanpa mengikuti mekanisme dan tata cara sesuai
dengan peraturan perundang-undangan.

Pemecatan ketiga perangkat desa itu disoal warga Nagori Boluk Kecamatan Bosar Maligas, disebabkan kediktatoran sang Pangulu dalam menjalankan amanah yang diberikan kepadanya.

Pika Damayanti yang saat itu menjabat sebagai Kaur Perekonomian dan Pembangunan mengaku bingung atas kebijakan yang diambil oleh Pangulu.

Sebab selama ini dia telah menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik dan tidak pernah melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Iya benar pak, kami sangat
kaget atas kebijakan Pangulu tersebut. Selama ini kami bekerja sungguh-sungguh dan penuh dengan tanggungjawab.Dan lagi proses pemberhentian kami juga cacat hukum dan tidak sesuai tata cara yang seharusnya.

Oleh karena itu kami keberatan dan merasa dirugikan, makanya kami ajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Simalungun atas tindakan Pangulu itu, “Ungkapnya

Selain itu, gaji mereka juga tidak diberikan sudah hampir 6 (enam) bulan,kami sangat menderita sekali sekarang. Apalagi pekerjaan tersebut merupakan mata
pencaharian mereka hanya itu

Perkara tersebut sudah di serahkan kepada Sepri Ijon Saragih selaku kuasa hukum kami di Pengadilan Negeri Simalungun.

Ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Advokat Sepri Ijon Maujana Saragih yang
juga Dosen Fakultas Hukum USI Pematangsiantar tersebut membenarkan perihal adanya gugatan para perangkat desa tersebut.

“Iya benar lae, mereka percayakan saya sebagai kuasa hukumnya untuk ajukan gugatan terhadap Pangulu Boluk.Gugatan akan segera didaftarkan di PN Simalungun. Ditanya mengenai masalah yang terjadi, “kata sepri

Sepri Ijon Saragih menambahkan bahwa ,tindakan yang dilakukan Pangulu tersebut
sangat menciderai nilai keadilan dan cacat yuridis.

Pasalnya,proses pemberhentian Perangkat Desa telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan seperti pada Permendagri No.83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa dan Perda Kabupaten Simalungun No.2 Tahun 2016
tentang Nagori.

“Yang saya lihat, Pangulu itu sesuka hati saja angkat dan berhentikan Perangkat Desa tanpa mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku di Negara ini.Kami berharap majelis hakim dapat mempertimbangkannya karena jelas sudah jika Pangulu Boluk tersebut telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum.Pangulu itu tidak taat aturan dan bertindak semena-mena terhadap para Perangkat Desa yangmenjadi bawahannya,” tegas Sepri Ijon Saragih.(Rel/Spis) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advokasinasional.com

FREE
VIEW