GMNI Pematangsiantar Akan Gelar KTD di Pesanggarahan Bung Karno Parapat

AN, Siantar-GMNI Cabang Pematangsiantar akan melaksanakan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD). Yang akan dilaksanakan di pesangrahan Soekarno yang berlokasi di Parapat, Kabupaten Simalungun, pada tanggal 27-29 Maret 2020.

Ketua Cabang GMNI Pematangsiantar,Samuel Tampubolon SP mengatakan, Kegiatan KTD tersebut akan membawakan tema Merawat Spirit Marhaenisme dalam Transformasi Revolusi Industri 4.0.

Dia menyampaikan, merupakan hal yang wajar, ketika masa muda menjadi langkah awal pergerakan menuju masa depan. Pergolakan yang terkadang tidak relevan dengan kehidupan sekarang dianggap dinamis untuk mendapatkan sebuah kesuksesan.

Ditambahnya,Kegagalan yang merupakan peluang, dan kesuksesan dari buah perjuangan. Realita melingkupi kondisi dimana segala sesuatunya yang sudah dikatakan dinamis sangatlah tipis, sehingga segala hal yang dinamis pun menjadi sangatlah relatif.

Dilanjut olehnya,dalam kehidupan bermasyarakat yang manifestasinya tampak di dalam tingkah laku yang dipelajari, terdapat unsur penting pada eksistensi, dimulai dari struktur sosial, pengawasan sosial, media sosial, hingga standar sosial.

Tambahnya menerangkan,pada perjalanannya, mahasiswa pun sebagai salah satu sumber daya manusia yang diperlukan untuk mengisi sektor tenaga kerja juga tidak terlepas dari kondisi di atas. Optimalisasi hasil proses dapat dicapai jika ada sinkronisasi dari sumber daya yang ada dengan program proses yang dilaksanakannya. Ilmu pengetahuan spesifik yang di dapat di bangku kuliah pun berdasarkan fakultas yang diminati juga terkadang masih belum cukup mampu untuk membentuk sikap mental dalam kehidupan sehari-hari.

Adanya korelasi yang cukup signifikan dalam memberikan “sign of quality” dari output suatu kebijakan sangatlah diperlukan dengan upaya aktivitas mahasiswa dalam bidang sosialisasi terhadap masyarakat dapat terlaksana. Begitupun juga untuk keperluan adaptasi dengan lingkungan, merupakan syarat bagi kelangsungan hidup bersama.

Dengan kata lain, bangkitnya kesadaran diri kawan-kawan untuk berorganisasi merupakan suatu keharusan secara moral dan menjadi suatu kebutuhan bagi mahasiswa yang peduli akan kehidupan sosial. Secara tidak langsung sebagai pemuda kita dituntut untuk harus selalu berfikir secara jernih dalam mengimplementasikan berbagai retorika yang ada guna menunjang kehidupan bersama.

Semangat juang yang menjadikan acuan pun masih kita teriakan sampai saat ini dengan kata-kata merdeka. Namun dengan melihat riil kondisi bangsa, sangatlah memprihatinkan jika dalam berbagai macam kebusukan dan ketidak wajaran yang ada dalam masyarakat baik kalangan bawah, menengah, maupun elit politik, semakin mendekatkan diri padapesta demokrasi, hingga secara otomatis semakin besar pula tugas dan tanggungjawab kita sebagai generasi muda penerus bangsa mempertahankan hak dan kemerdekaan kita sendiri.

Rasa sakit yang diderita ini menular ditingkat kaum pemuda, khususnya Mahasiswa yang notabenenya mempunyai itelektual tinggi, anti pembodohan dan penindasan, cinta keadilan serta menjadi Agent Of Change, Agen Of Cosial Control, serta garda terdepan dalam mengawal Reformasi. Mereka seakan-akan tidak menyadari akan arti figur mereka yang sebenarnya. Ironis memang.

Jika hal ini dibiarkan terus berlarut maka cita-cita luhur bangsa kita yaitu masyarakat yang adil dan makmur menjadi sebuah mimpi, akan semakin sulit untuk direalisasikan.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) sebagai Organisasi Mahasiswa Independen yang mencetak kader-kader bangsa, mempunyai tanggungjawab moral terhadap kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia ini, dengan diadakannya Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) GmnI akan menumbuhkan kembali rasa semangat Nasionalisme generasi penerus bangsa agar mempunyai watak yang berkomitmen, berprinsip, dan mempunyai loyalitas terhadap bangsa dan rakyatnya.

Adanya Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) yang selalu dilaksanakan kawan DPC GMNI pematangsiantar dengan melalui mekanisme kemah kader di area terbuka dan jauh dari kota/pemukiman yang ada, dimaksudkan untuk memberikan shout course, pelatihan kepemimpinan, pendidikan mental dan penanaman kedisiplinan guna menunjang pembentukan karakter sejak dini.

Dengan materi awal yang diajarkan mulai dari ke GMNI an, Metode Berpikir Marhaenis, Konstalasi Politik, Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, Nasionalisme Indonesia, Sosiologi dan analisa sosial.

Harapannya jika jauh dari keramaian, para kader dapat benar-benar merasakan kemandirian, perjuangan, dan fokus dengan kegiatan yang dijalanisehingga dapat lebih memahami dan menghayati proses kaderisasi. Dimaksudkan dalam kegiatan ini yaitu dapat menggembleng mental kader bangsa yang tangguh dan peka melihat realitas kebangsaan yang ada untuk melakukan perubahan yang mendasar bagi rakyat Indonesia, mempersiapkan kader bangsa yang mampu memahami ideologi marhaenisme atas medan antitesanya serta nilai-nilai luhur budaya bangsa, dan dapat meningkatkan semangat nasionalisme serta moral generasi muda dalam rangka memecahkan kondisi kebangsaan demi menuju masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Tujuannya adalah agar setiap kader bisa menjadi lebih peka lagi dengan keadaan sekitar, berbaur dengan alam, dan ada hasil implementasi terhadap pengabdian masyarakat, berupa sasaran mencetak kader-kader bangsa yang tangguh, berdedikasi tinggi untuk mewujudkan dan melanjutkan pembangunan sesuai dengan cita-cita Reformasi danmampu untuk mengkonstruksi bangsa Indonesia kembali pada koridornya, yaitu Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Samuel menambahkan , Kaderisasri nantinya dilaksanakan di pesanggrahan bung karno, parapat ,kabupaten Simalungun dan akan diikuti puluhan anggota GmnI se-nusantara .(Red/Ben) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advokasinasional.com

FREE
VIEW