Satresnarkoba Polres Labuhanbatu Ungkap Sindikat Narkotika Sebanyak 976 butir ekstasi

AN, Sumut-Kasatresnarkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu Rabu, 24 Juni 2020 menjelaskan, awalnya personel Satresnarkoba Polres Labuhanbatu melakukan penangkapan terhadap satu orang laki-laki inisial HSS alias Kadeng dan tiga orang perempuan inisial S, SMS, dan ER, di salah satu kafe di Jalan Bypass, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, serta ditemukan dan disita barang bukti berupa narkotika jenis pil ekstasi warna biru sebanyak lima butir dibalut tisu, ekstasi warna biru sebanyak setengah butir dibalut tisu, dan lima unit handphone. Turut diamankan dua orang laki-laki inisial EH dan UR yang duduk sambil minum bir di dekat penangkapan para tersangka.

Dari keterangan ER, bahwa ekstasi tersebut diperoleh dari HSS alias Kadeng. Selanjutnya personel Satresnarkoba Polres Labuhanbatu melakukan penggeledahan di rumah HSS alias Kadeng, di Perlayuan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, dan ditemukan serta disita berupa satu set bong.

Kemudian personel Satresnarkoba Polres Labuhanbatu melakukan penggeledahan di rumah ER, di Aek Tapa, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, dan dapat ditemukan serta disita barang bukti berupa satu buah kaleng Surya, dan ekstasi warna biru sebanyak 11 butir dalam bungkus plastik klip.

Dari keterangan tersangka HSS alias Kadeng, bahwa masih ada lagi ekstasi yang disimpan dirumahnya. Kemudian sekira pukul 11.00 WIB, personel Satresnarkoba Polres Labuhanbatu melakukan penggeledahan rumah HSS alias Kadeng, di Perlayuan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, dan ditemukan serta disita barang bukti ekstasi warna biru sebanyak 960 butir dalam bungkus plastik klip di atas asbes kamar mandi.

Selanjutnya tersangka HSS alias Kadeng dan tiga orang perempuan inisial S, SMS, dan ER, serta barang bukti dan dua orang laki-laki inisial EH dan UR (yang turut diamankan) dibawa ke Kantor Satresnarkoba Polres Labuhanbatu guna proses lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka ER menerangkan sudah tiga kali mendapatkan ekstasi dari HSS alias Kadeng sebanyak 10 butir setiap menerima seharga Rp160.000 per butir dan kembali menjualnya seharga Rp200.000 per butir. Adapun S dan SMS adalah pelanggannya.

Sedangkan tersangka HSS alias Kadeng menerangkan sudah kedua kali mempereloh ekstasi. Pertama sebanyak 500 butir yang dihargai Rp100.000 per butir, dan dijual Rp120.000 per butir. Ekstasi dijemput daerah Sibolga (saat ini masih dikembangkan). Selama kurang lebih sebulan 500 butir pil ekstasi yang diterimanya habis terjual, dan yang kedua kali sebanyak 1.000 butir, dan akhirnya tersangka tertangkap.

ER dan HSS alias Kadeng dijerat dengan Pasal 114 Sub 112 UU RI Nomor: 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. Sementara S dan SMS dijerat pasal 112 Sub 127 dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara, pungkas Martualesi.(Rel) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advokasinasional.com

FREE
VIEW