Ditreskrimum Polda Kepri Amankan TKI Ilegal, 7 Wanita Selamat

AN, BATAM – Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penggrebekan di rumah penampungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal tepatnya, di perumahan Bambu kuning Blok B27 No 21, Sagulung, kota Batam, Kepri Sabtu,(16/11).

Informasi diperoleh Wartawan Advokasinasional.com dari Polda Kepri, penangkapan tersebut berawal dari laporan warga.

“Pengungkapan PMI ilegal ini  berawal dari informasi masyarakat yang berdomisili di Manado, Sulawesi Utara. Dimana  ada satu orang calon PMI asal Manado yang sedang di tampung di perumahan Bambu kuning, Sagulung Batam,” kata Erlangga didampingi Wadirkrimum Polda Kepri, AKBP Arie Dharmanto saat menggelar expose di Mapolda Kepri.

Mendengar informasi , tim subdit 3 dan subdit 4 Ditreskrimum langsung turun ke lokasi guna melakukan penyelidikan. Setelah olah TKP, Ditreskrimum membenarkan laporan warga berdasarkan, ditemukanya tujuh orang perempuan di penampungan tersebut yang siap di berangkatkan ke Malaysia.

“Ketujuh calon PMI Ilegal ini diantaranya, Ronita Bane (18), Redi Ule (20), Arianti Lili (39), Jamilah (25), Kristina Malo (18), Indah Lestari Hasan (18) dan Ida Dian Lismi (18),” Terangnya.

Dari penggeledahan penampungan itu, ditemukan dokumen para korban PMI ilegal berupa surat keterangan pengganti KTP dan beberapa buku paspor milik PMI Ilegal lainnya yang dititipkan kepada pengurus (Purwiyanto alias Jimmy) karena pulang ke daerah asalnya.

Guna mengurus penanggung jawab yang ditetapkan sebagai tersangka. Ditreskrimum juga berhasil mengamankan diduga pelaku yang hendak melarikan diri dari kota Batam.

Wadirkrimum Polda Kepri, AKBP Arie Dharmanto mengatakan, para korban PMI Ilegal tersebut disekap di dalam sebuah rumah penampungan, mereka di kunci dari luar sehingga dibatasi ruang geraknya.

Dari pengakuan tersangka,  pelaku ini merupakan residivis yang sudah melakukan tindak pidana dengan kasus yang sama sebanyak 3 kali.

Sementara , untuk proses rekrutmen PMI Ilegal ini dilakukan setelah dirinya mendapatkan pesanan dari luar negeri, lalu pelaku berkordinasi dengan jaringannya yang di berbagai daerah untuk mencari calon PMI ilegal.

“Tersangka mendapatkan uang sebesar Rp500 rb dari korban, ini masih diluar sewa penampungan, biaya transportasi dan biaya makan,” katanya.

Dan biaya pengurusan dokumen, para calon PMI ilegal akan digantikan dengan potongan gaji dari korban setelah bekerja nantinya.

Barang bukti yang diamankan, yakni, tujuh lembar boarding pass lion air, dua unit Handphone  milik pelaku, lima buah kunci rumah milik pelaku, tiga Lemar Suket milik korban, dua lembar fotocopy kartu keluarga milik korban, enam buku paspor dan enam KTP korban.

Terbukti melakukan tindak Pidana , tersangka dijerat pasal 81 No 18 tahun 2017 tentang perlindungan PMI diluar negeri dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun kurungan penjara.(SNI)

Laporan : Boby Tampubolon

Editor: Soemardi Sinaga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advokasinasional.com

FREE
VIEW