Tempuh Jalur Hukum, Haji Permata : Kita Akan Atur Waktunya

AN, Batam-Tidak terima atas penangkapan kapalnya diperairan Malaysia pengusaha Batam akan lakukan langkah hukum kepada institusi bea cukai Karimun.

Pengusaha Batam yang bernama Haji permata itu mengatakan kejadian penangkapan yang dilakukan bea cukai Karimun Senin kemarin (1/06/2020) sekitar pukul 4 sore jam waktu negara Malaysia.

Menurutnya penangkapan itu telah melanggar Standard Operasional Prosedur (SOP) karena penangkapan itu bukan perairan wilayah hukum Indonesia melainkan wilayah hukum Malaysia.Selasa (2/6/2020).

Jelas dikatakannya pada saat ditegah oleh Bea cukai Karimun kapalnya berada di titik koordinat 01°16.660 N 104°11.020 E yakni sekitar 3 Mill dari bibir pantai Malaysia petronas.

” Ini sudah merugikan kami dari pengusaha dengan tindakan bea cukai Karimun yang telah membawa kapal yang bukan wewenangnya” Ucap Haji Permata kepada wartawan.

Lanjut Permata, Kapalnya sudah ditangkap dan diperiksa oleh pihak BC Karimun namun tidak ditemukan ada barang dari Indonesia tapi kapal tetap dibawa ke kantor bea cukai yang berada di karimun itu sangat merugikan dirinya.

” Saya akan tuntut kerugian saya” Jelasnya.

Pria asal Bugis itu kembali menjelaskan dirinya hanyalah sebagai transportasi saja dan pemilik barang adalah milik orang Malaysia terangnya kepada wartawan.

Dan sampai sekarang, Permata menjelaskan belum tahu kapalnya di bawah kekantor dengan alasan pemeriksaan.

Sementara haji permata menerangkan bahwa dokumen kapalnya lengkap semua kenapa harus ditahan sama beacukai, apa dasarnya BC Karimun menahan kapalnya ?

Lanjutnya kerugian yang dialaminya bukan kali ini saja, sebelumnya haji permata mengalami kerugian dengan meninggalnya 2 ABK beberapa bulan lalu, pada saat itu kapal miliknya ditabrak kapal patroli beacukai Karimun.

Ketika ditanya kapan pengusaha Batam itu akan menempuh jalur hukum pihaknya hanya menjawab akan mengatur waktunya dengan kuasa hukumnya, yang pasti kata Permata akan tempuh jalur hukum.

“Kalau kita salah silahkan disikat tapi kita tidak salah ngapain harus ditangkap” jelasnya

Sementara itu Kanwil Bea cukai Karimun, Agus Yulianto ketika dikonfirmasi terkait adanya kapal yang ditegah oleh Bea Cukai Karimun pihaknya menjawab dirinya belum mendapatkan laporan.

“Belum ada laporan penangkapan, hanya ada beberapa pemeriksaan” Jawabnya singkat.(Boby) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advokasinasional.com

FREE
VIEW