Terkait Dana Pendidikan di Daerah”Kamu kan Udah Terima, Minta dong”

AN, Jakarta-Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sangat menyayangkan penyaluran anggaran pendidikan masih ada kecurangan. Pasalnya, masih ada kepala daerah yang korupsi terhadap anggaran pendidikan yang di salurkan pemerintah.

Menurut Sry, korupsi penyaluran dana pendidikan biasanya terjadi di daerah. Padahal kata Sry, pemerintah sudah melakukan sistem penyaluran langsung.

Hal tersebut disampaikan Menkeu saat menghadiri acara ‘semua murid, semua guru bisa’ di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Kemudian sekolah diberikan bantuan operasional sekolah. Dari pusat pemerintah kasih ke APBD langsung ke sekolah by name by address. Tadinya saya pikir enggak ada korupsi, tapi tetep ada korupsi,” ujarnya.

Menurutnya, penyaluran secara langsung ternyata tidak bisa menjamin anggaran lepas dari korupsi. Sebab, ada aja cara dari pemimpin daerah tersebut untuk mendapatkan bagian dari anggaran yang disalurkan.

“By name by address, sampai di address di minta sama yang di atas, ‘kamu kan udah terima, minta dong setorannya’ itu yang terjadi begitu,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan anggaran pendidikan setiap tahunnya terus mengalami kenaikan. Tahun 2020, anggaran pendidikan bahkan ditetapkan sebesar Rp 507 triliun.

Dari seluruh anggaran pendidikan tersebut, sebanyak Rp 200 triliun di alokasikan untuk gaji, tunjangan serta sertifikasi para guru melalui Dana Alokasi Umum.

“Itu artinya bantuan sekolah dan guru makan 80% dari anggaran pendidikan dan sisanya dikelola mas Nadiem,” kata dia.(SNI) 

CnbnI

Editor: Soemardi Sinaga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advokasinasional.com

FREE
VIEW