Terpapar Corona Bertambah 1 Orang di Simalungun

AN, Simalungun-Jumlah pasien positif virus corona, di Kabupaten Simalungun, bertambah satu orang, yaitu istri dari SS, berinisial NS (75) yang merupakan warga Perdagangan lll, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

Data sebelumnya, pasien positif corona yang dirawat di RSUD Perdagangan Simalungun, masih tiga orang, yakni TS (37), warga Nagori Bangun Panei, Kecamatan Dolok Masagal, Kabupaten Simalungun, AS (58), warga Aek Natolu, Kabupaten Toba dan SS (75), warga Perdagangan lll, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

Hal itu disampaikan Bupati Simalungun, Dr JR Saragih, sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Simalungun, pada Sabtu (4/4/2020) pagi, dan kembali menegaskan, bahwa ke empat pasien itu telah mendapat perawatan medis, di ruang isolasi RSUD Perdagangan.

“Pasien PDP yang kita rawat ini ada lima, dimana empat di antaranya positif Covid-19. Satu itu dari Perdagangan, dan bapak SS itu sudah dirawat tiga hari. Kemarin juga, kita langsung melakukan pemeriksaan kepada istrinya, dan ternyata positif. Dan yang satu itu dari Karang Anyer. Untuk tindakan yang kita ambil adalah ke Karang Anyer, karena salah satu pasien positif dari Karang Anyer. Sehingga hari ini, jam 11 ini, tim medis akan bergerak ke sana, untuk melakukan pemeriksaan lab, dengan rapid tesr, termasuk ronsen. Nah, kenapa kita melakukan ini, karena pencegahan itu lebih baik dari pada terjadi,”kata Bupati.

Bupati juga mengatakan, tim bersama jajaran Kodim, Polres, Dinas Kesehatan, dan perangkat desa akan melakukan pengawasan penuh ke Karang Anyer, selama 14 hari.

“Perangkat Desa, Puskesmas, juga jajaran Kodim, dan Polres Simalungun, kita bekerja sama dalam rangka mantau dan mengawasi orang – orang yang datang ke tempat itu. Bahkan, masyarakat juga kita minta, jangan keluar keluar dulu, selama 14 hari. Karena delapan hari kedepan, kita akan kembali melakukan pemeriksaan, dan kalau sudah benar benar aman, nagori ini kita bebaskan lagi,”katanya.

Menurut informasi yang diperoleh, penularan wabah Covid-19 yang terjadi di Kabupatem Simalungun, berasal dari luar daerah, yang dibawa masyarakat Simalungun yang pulang dari luar daerah.

Sedangkan untuk alat swab, juga telah tersedia di Kabupaten Simalungun, termasuk kelengkapan APD, di sejumlah Puskesmas yang ada di Kabupaten Simalungun.

“Yang pertama, saya mengajak semua masyarakat di Simalungun, dimanapun berada, tolong dihindarkan dulu kalau dia sedang berada di luar daerah, hindarkan dulu balik ke Simalungun. Karena dengan menahan diri itu, virus ini tidak akan cepat berkembang, bahkan orang dari Simalungun, juga jangan ada yang kemana – mana dulu. Mari, kita sama – sama melawan penyakit corona ini,” seru Bupati. (HetaNews/Red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advokasinasional.com

FREE
VIEW