BERFIKIR “SAAT INI”

Oleh Pendeta GKPS Resort Haranggaol Pdt Erwin Arianto Saragih MTh M.Phil.

Mengutip Eckhart Tolle, bahwa di dalam “saat ini”, kita akan menemukan kebahagiaan, kebenaran, cinta, kedamaian, Tuhan, kebebasan. Di “saat ini”, kita akan menemukan semua tujuan hidup kita. Ketika orang meninggalkan “saat ini”, maka ia masuk kembali ke dalam lingkaran penderitaan, kecemasan dan ketakutan dalam hidupnya.

Kekuatan terbesar manusia, menurut Tolle, adalah kesadarannya. Orang bisa melakukan apapun secara tepat sesuai dengan keadaan yang ada, ketika ia mampu menggunakan kesadarannya secara penuh. Jadi, rumusnya adalah: terima keadaan yang ada, lalu bertindak! Kesadaran bisa digunakan, jika orang hidup di “saat ini”. Ia lalu bisa hidup dengan perasaan mengalir yang penuh kedamaian dan kebahagiaan, walaupun banyak tantangan menghadang.

Orang yang hidup di “saat ini” tidak akan pernah merasa susah. Ia akan sadar, bahwa hidup tidaklah perlu terlalu ngotot. Ia sadar akan aspek santai dan lucu dari kehidupan. Bahkan, ia bisa sengaja merasa sedih, supaya bisa menikmati kesedihan itu. Ia juga sadar, bahwa kebahagiaan dan cinta yang sejati tidak bisa dicari di luar sana. Keduanya ada di dalam hati manusia. Cinta bukanlah perasaan, melainkan cara hidup “saat ini”. Ia selalu ada. Tinggal kita saja yang mencoba meraihnya.

Caranya, kita harus belajar untuk hidup tanpa pikiran. Kita harus belajar untuk menunda semua analisis dan penilaian kita. Pikiran, analisis dan penilaian hanya digunakan seperlunya saja untuk keperluan praktis, misalnya memasak, bekerja, dan sebagainya. Ketika pikiran ditunda, yang muncul adalah kesadaran. Kesadaran adalah “saat ini”, yakni sumber dari segala kedamaian dan kebahagiaan manusia.

Maka, janganlah terlalu senang dengan definisi. Di dalam definisi, kita memberi penilaian. Kita berpikir, bahwa orang itu baik. Orang itu jahat. Hidup kita pun dipenuhi dengan definisi dan penilaian. Kita tidak akan pernah bahagia dengan cara hidup semacam ini. Kita perlu belajar untuk menunda semua definisi dan penilaian. Kita perlu belajar untuk membiarkan apa adanya, tanpa definisi dan penilaian. Kita tidak perlu takut. Sebaliknya, tanpa definisi dan penilaian, hidup kita akan damai dan bahagia. Bukankah ini yang diinginkan semua orang?

Lalu, bagaimana jika ada orang yang sibuk menilai hidup kita? Bagaimana jika ada orang yang mendefinisikan kita melulu dengan pikiran mereka? Kita tidak perlu takut. Kita bisa menanggapi, jika diperlukan. Jika tidak, kita bisa membiarkan saja. Orang yang menilai kita membangun penjara dalam pikiran mereka. Mereka membatasi pikiran mereka sendiri. Mereka tidak akan bisa menemukan kedamaian dan kebahagiaan. Mereka kehilangan “saat ini”. Mereka juga kehilangan kesadaran dirinya.

Belajar “saat ini”, ibarat melihat matahari bersinar. Ia bersinar untuk semua, tanpa kecuali. Artinya, ia tidak melawan kehidupan, melainkan mengalir bersama kehidupan itu sendiri. Ia tidak sibuk menilai, apakah sesuatu itu baik atau buruk, benar atau salah. Jika orang sampai pada kesadaran akan “saat ini”, tidak ada tegangan dan penderitaan lagi dalam hidupnya. Hanya dengan ini, kita bisa hidup dalam hubungan yang damai dengan segala hal yang ada.(Tim) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advokasinasional.com

FREE
VIEW