GMNI Jadi Bunga Cinta Revolusi

Oleh Ketua DPC GmnI Siantar, Samuel Tampubolon SP

Setiap tetesan hujan memberikan kesejukan bagi hati yang sedang merana, begitupun GmnI, setiap ajaran yang ada di GmnI memberikan kita kehidupan sebagai manusia Indonesi yang utuh.

Sebagai ciptaan Tuhan yang Maha Esa, manusia dituntut harus berbuat baik kepada sesama, begitulah yang diajarkan oleh setisp agama manapun, tidakah kita tauh bahwa Tuhan sangat membenci penindasan? Dalam perjalanan nabi manapun Tuhan selalu menitip pesan untuk menjahui, bahkan harus memerangi tindakan-tindakan yang buruk dan keji, salah satunya penindasan.

Namun sebagian manusia menganggap penindasan adalah suatu metode perjuangan untuk membuat karya-karya besar, seperti yang kita kenal adalah para kapitalis.

Para kapitalis ini tak sedikit melakukan tindakan-tindakan yang menderitakan sebagian manusia lainnya, mereka (para kapitalis) mampu berbuat apapun, baik itu politik mengadu domba, pengisapan dan pencurian hak-hak orang lain, ekspoitasi dll, dengan demikian dapat kita saksikan dengan mata kepala sendiri, bahwasanya tak sedikit orang yang menderita, melarat dan miskin di balik gedung-gedung pencakar langit milik para kapitalis itu.

Peradaban yang begitu lincah merayap bagai ular, memberikan bisah dan menjadi hantu dalam modernisasi serta globalisasi bagi mereka yang tertinggal dan melarat. Tak dipungkiri dunia abad 21 ini semakin misterius akibat sesuatu yang mungkin saja tak mampu dipikirkan dapat terjadi, bukankah itu sebuah mujizat yang dasyat?

Mata orang-orang miskin dan tertinggal itu merah seperti banteng, amarah mereka sesungguhnya telah lama terpendam, namun demikian mereka tak berdaya, jika mereka ingin mengamuk tak dapat, karena uang para kapitas telah menutup hati nurani para pemimpin bangsa, bukankah anda ingin memenangkan sebuah perkara harus dilengkapi dengan fenansil (uang) yang besar? Lalu bagaimana dengan mereka yang miskin? Tentunya mereka hanya mampu mengelus dada pasrah tak berdaya, sehingga sehingga hanya Tuhan yang mampu mereka harapkan.

Lalu apa sangkutannya dengan GmnI?
Tak sedikit orang bertanya tentang hal ini, maka disini penulis ingin menjawab bahwa kehadiran GmnI untuk membantu memperjuangkan hak-hak rakyat kecil, atau dalam GmnI biasanya disebut kaum Marhaen yang tertindas oleh sistem kapitalisme, dengan gerakan-gerakan perjuangan yang terstruktur, sistematis dan masif, yang secara sadar dilakukan karena kondisi obyektif masyarakat Indonesia yang kian terbelenggu dan tertindas.

Bagaimana caranya?
Di dalam GmnI di kenal ada yang namanya maksforming dan makswending, maksforming adalah membangun kesadaran bersama, apa yang perlu disadarkan? Yang perlu disasadrkan adalah kondisi obyektif masysrakat Indonesia yang masih tertindas di negeri sendiri. Setelah itu baru makswnding, makswending adalah mengumpulkan masa aksi, dengan kesadaran diatas (maksforming) maka dalam perjuangan tentunya membtuhkan masa, lantas bagaimana caranya agar dapat masa?

Di GmnI ada suatu tahap yang biasanya dilakukan adalah kaderisasi. Tahap kaderisasi di GmnI memiliki tingkatannya masing-masing yaitu, Pekan penerimaan anggota baru (PPAB), diselenggarakan di tingkat Komisariat, Kaderisasi tingkat dasar (KTD), yang diselenggarakan ditingkat cabang, kaderisasi tingkat menengah (KTM) yang di selelenggarakan di tingkat daerah propinsi, dan yang terakhir kaderisasi tingkat pelopor (KTP) yang diselenggarakan dipusat. Dengan demikian setelah hsbis mengumpulkan masa, maka terakhir dilakukan adalah menggerakan masa Aksi.

Apa tujuan dari GmnI?
Sosialisme Indonesia adalah tujuan dan cita-cita GmnI, cita-cita ini sesungguhnya juga menjadi cita-cita bangsa yang tercantum dalam sila ke 5 Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Cita-cita tersbut diadopsi oleh GmnI untuk mengajarkan generasi bangsa bahwa sesungguhnya kita harus hidup menjadi bangsa yang merdeka adil dan makmur, tanpa ada penimdasan, penderitaan, pemelaratan dan pengisapan serta kemiskinan. Bangsa ini adalah bangsa yang besar, bangsa yang berdiri dari historis kejayaan masa lampau, bangsa yang kaya akan sumber daya alam, maupun sumber daya manusianya.

Tuhan mengizinkan kita untuk menjadi banga yang merdeka, Tapi jika kita tak bercita-cita untuk membuat perubahan, maka jangan berharap kita akan menjadi bangsa yang menikmati kejayaan. Bung Karno pernah menyatakan Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu bangsa, apabila bangsa itu tidak mau mengubah nasibnya sendiri.

Apa yang kita dapatkan jika berGmnI?
Pertanyaan ini tak lagi asing ditelinga, ada yang berusaha bertanya karena ingin mencari tauh dan betgabung di GmnI, namun ada juga yang bertanya untuk mencari tauh dan berusaha menghancurkan GmnI. Maka sebagai kader GmnI harus mampu memfilter akan hal tersebut.

Yang didapatkan di GmnI bukan uang, kekuasaan, tidak, bagi GmnI uang dan kekuasaan, hanya amunisi pelengkap jalannya perjuangan, GmnI tak memberimu uang, demikian kekuasaan, bagi GmnI kekuasaan hanya sebagai jembatan menuju revolusi. Yang bisa kita dapatkan di GmnI adalah ajaran-ajaran pendiri bangsa salah satunya Bung Karno, yang kemudian itu dapat memupuk rasa cinta kita kepada tanah air, sehingga kita tidak malu, atau takut dan ragu sebagai manusia utuh Indonesia.

Jika anda yang belum berGmnI ayo berGmnI, jangan takut untuk berGmnI, revolusi belum selesai, mari bung dan sarinah rebut kembali, kita harus menjadi bunga cinta revolusi, untuk bangsa dan negara yang kita cintai ini, wujudkan mimpi-mimpi besarmu bersama GmnI.(**) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advokasinasional.com

FREE
VIEW